Pengertian Surat Pribadi, Jenis dan Kegunaannya

Diposting pada

Surat pribadi adalah surat yang ditulis untuk menyampaikan sebuah pesan, yang tidak terikat dengan aturan-aturan penulisan surat. Isinya untuk ditujukan kepada seseorang dengan menggunakan bahasa yang tidak baku. Penulisannya pun tidak diharuskan menggunakan bagian-bagian surat yang lengkap.

Namun, tidak semua surat pribadi menggunakan bahasa yang tidak baku. Ada jenis lain dari surat pribadi yang mengharuskan menggunakan bahasa baku. Jenis surat pribadi tersebut adalah surat pribadi setengah resmi.

Surat Pribadi Adalah
Surat Pribadi Adalah

Jenis-Jenis Surat Pribadi adalah …

Sesuai sifat dan isinya, surat pribadi adalah terdapat 2 jenis pembedaan Yaitu Surat pribadi yang bersifat kekeluargaan dan Surat pribadi setengah resmi. Surat pribadi yang bersifat kekeluargaan adalah surat pribadi yang isinya berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kekeluargaan, sahabat, sanak saudara.

Sifat surat ini lebih pribadi dan tidak terikat pengaturan penulisan surat. Bahasanya pun, tidak harus menggunakan bahasa baku. Bisa menggunakan bahasa tidak baku, bisa menggunakan bahasa daerah, dan penulisan tidak harus sesuai dengan EYD.

Sedangkan Surat Pribadi setengah resmi adalah surat pribadi yang dibuat dan dikirim oleh seseorang kepada perusahaan, instansi atau lembaga resmi. Isinya menyangkut kedinasan baik kedinasan pemerintah maupun swasta. Mengenai perihal kepentingan si pembuat surat.

Bahasa yang digunakan harus menggunakan bahasa resmi dan baku. Tidak boleh menggunakan bahasa daerah dan penulisannya diatur oleh peraturan surat yang mengikat. Memiliki bagian-bagian surat resmi dan menggunakan bentuk surat yang resmi pula.

Penggunaan Surat Pribadi Kekeluargaan Dan Surat Pribadi Setengah Resmi

Penggunaan Surat pribadi kekeluargaan bisa diaplikasikan untuk berbagai surat kekeluargaan. Baik itu untuk sanak saudara, orang tua, sahabat pena, teman, bahkan kekasih atau idola. Isinya bebas mengungkapkan isi hati tanpa takut menyalahi aturan penulisan surat.

Anda pasti sudah mengerti dan pernah membuat atau menerima surat pribadi. Pembuatannya yang gampang dan mudah dimengerti menjadikan surat pribadi ini menjadi satu-satunya alat komunikasi jaman dahulu melalui media kertas tertulis.

Namun sayangnya karena kemajuan teknologi saat ini, penggunaan media tertulis untuk surat pribadi mulai punah dan tidak diminati. Karena sekarang ada yang lebih canggih, bisa bertukar pesan melalui SMS, Media sosial, email dan chatting.

Selain itu, bisa langsung berkomunikasi lisan menggunakan telepon, video call, voice call dan sebagainya. Sehingga penggunaan surat pribadi untuk komunikasi mulai ditinggalkan.

Kendala pengirimanlah yang menjadi penyebab salah satunya, dibanding dengan media sinyal atau internet yang lebih cepat dan real time, pengiriman surat pribadi menggunakan kurir lebih lama dan memakan waktu lebih besar dibanding menggunakan media komunikasi sinyal atau internet.

Surat pribadi setengah resmi biasanya digunakan untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan si pembuat surat. Ditujukan untuk lembaga resmi maupun kedinasan agar maksud dari si pembuat surat dapat tersampaikan dan tercapai.

Salah satu contoh Surat setengah resmi yaitu surat pengunduran diri. Jenis surat ini dibuat dengan maksud ingin menyampaikan permintaan pengunduran diri si pembuat surat kepada penerima surat, biasanya ditujukan kepada HRD atau atasan si pembuat surat.

Bahasanya yang baku dengan tujuan untuk menandakan kesopanan dan rasa hormat. Mengapa disebut setengah resmi? Karena surat ini sifatnya pribadi namun berkaitan dengan kepentingan bersama, dan ditujukan pada instansi atau perusahaan resmi.

Contoh Surat setengah resmi lain yaitu Surat permohonan Izin Cuti hamil, dibuat dengan tujuan agar permohonan izin cuti si pembuat surat dapat diketahui dan dikabulkan oleh penerima surat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *